-
Salib yang Diperdebatkan; dari Gagap Ngaji sampai NDP
Pada hari Ahad (31/7) pukul 13.40 WIB saya menerima kiriman video di WAG kader HMI yang memakai kalung salib saat pelantikan pengurus HMI Cabang Bandung (30/7). Seketika saya langsung mengernyitkan dahi dan segera mengecek keabsahan video tersebut melalui berita dan akun media sosial beberapa kawan di HMI Cabang Bandung. Berkali-kali saya putar video itu dan…
-
Sayang
Sayang, Aku jadi rindu sekali awal itu Ketika pesan pertamaku memperkenalkan diri Lalu sebaliknya, dengan ramah kau memperkenalkan diri juga Sayang, Apakah kau masih mencintai kereta? Seperti awal rasa bahagiaku mengenalmu saat di kereta Dengan cepat kau membalas sederhana, “salam kenal, ya” Sayang, Aku jadi tidak sabar menghitung kota yang dilewati Ingin sesegara mungkin sampai…
-
SAYA BOLEH CURIGA KEPADA JOKOWI DAN WAKILNYA?
Ahmad Deni Rofiqi*( Kompetensi memimpin Negara, bisa jadi tidak diukur lewat umur. Bisa jadi pula tidak diukur lakon parpol dibelakangnya. Bisa jadi juga, kedua pernyataan ini tidak berlaku. MENGUATNYA DARAH BER-POLITIK Sebenarnya masih ada jejeran nama-nama lain yang sama-sama muda, dengan kesamaan berada di gedung senayan, serta kesamaan berasal dari keluarga politisi. Cukup Farah Puteri…
-
Mahasiswa itu (Sudah) Dewasa
Dalam satu riwayat dijelaskan bahwa tertanggal 23 September 2019 sampai beberapa hari ke depan, satu sampai berpuluh wilayah di sudut ruang legislatif bakal dikunjungi mahasiswa—yang mengatasnamakan representasi rakyat. Pada peristiwa itu, kita akan ditampilkan wajah lesu; marah; kesal; dan sikap lainnya dari batin mahasiswa. Sehingga, orang-orang legislatif mesti mutar otak supaya kelesuan dan tampilan batin…
-
Islam dan Media Digital: Literasi Umat di tengah Era Post-Truth
“…a lie told once remains a lie but a lie told a thousand times becomes truth” ( Paul Joseph Goebels) Ekosistem dunia hari ini, mengalami gerakan progresif yang benar-benar masif. Indikator yang muncul, yakni penetrasi media sosial dalam pelbagai ruang kemasyarakatan—yang nyata dan maya. Dan peristiwa ini adalah konsekuensi terjadinya peralihan komunikasi konvensional menuju komunikasi…
-
PENGUMUMAN MELANKOLIS UNTUK GAGASAN LIBERAL
Menjadi garda pemberani melawan kemunkaran, pemiskinan rakyat, ganasnya kapitalisme, manipulatifnya argumen yuridis, dan kondisi lain yang terdekadensi, menjadi satu identitas mahal yang harga jualnya tak bisa menggantikan tingginya idealisme. Karenanya, struktur idealisme dan perjuangan rakyat menjadi satu porsi diskursus dengan bahan kajian kritis yang dapat merekonstruksi narasi keringkihan rakyat sekitar. Melindungi kesejahteraan dan keadilan, hari-hari…
-
Ibadah Kritis Idul Fitri
(Catatan ompong dan singkat: fenomena silturrahmi) Sekali turun masjid, setiap tangan orang-orang, tereberi untuk berjabat tangan dan mengucap maaf. Kurikulum lebaran ini memang sudah sejak lama berlaku, dan sampai hari ini tetap dipakai. Dan yang paling penting, tradisi bersalaman ini, merupakan langgam pemersatu tali-tali simpul yang–sempat–putus. Sekali jabat tangan, maka amat terasa nilai persaudaraan muncul…
-
Melawan Ilusi Heterogen
Atmosfer Idul Fitri untuk kesekian kalinya kembali diramaikan oleh suara corongan dan sound-sound. Memancarnya suara takbir–dari pengeras suara dalam genre apapun–tak lebih adalah ritual ceremonial demi menghormati Idul Fitri. Mengenai ini, sepertinya tak ada masalah. Karenanya ini baik dalam merawat kesatuan masyarakat secara sosial. Bahwa aktivitas yang biasanya digalakkan–selaian apa yang disebut diatas–adalah pawai obor…
-
Notulensi Kemanusiaan Bulan ini
Penebalan iman hari ini, menjadi rutinan komunal hampir di setiap lini. Orang-orang tersibukkan ramadhan dengan segala rutinannya. Diforsir pikiran dan tenanganya demi menabung pahala, yang kebetulan lagi diskon habis-habisan. Maksudnya, kegiatan yang biasanya cuma dihargai nominal biasa-biasa, khusus di bulan ini, semuanya dilipat gandakan. Bahkan, termasuk di dalamnya pula, ada pahala tahunan, yang dihargai cuma-cuma.…
-
Marxisme itu sebagian dari Iman
Cerita ini bermula, saat beberapa kalangan aktivis lingkungan mengeluh, akibat tidak henti-hentinya eksploitasi darat di ramadhan ini. Mereka mengeluh sampai kehabisan solusi. Bukan isapan jempol belaka, bila terminologi Marxisme adalah model perlawanan atas keluhan itu. Apalagi sekadar wacana teoritis tak bernilai. Dan sebelumnya, jangan sampai salah kaprah, bila saya menganjurkan untuk berbuka dengan Marxis-Marxis ini.…